Lost In Thailand

Victory Monument (Thai: Anusawari Chai Samoraphum) adalah monumen militer besar di Bangkok, Thailand. Monumen ini terletak di distrik Ratchathewi, timur laut dari pusat kota Bangkok, di tengah-tengah lingkaran lalu lintas di persimpangan Phahonyothin Road, Phaya Thai Road, dan Jalan Ratchawithi.

IMG_1750

Jika ingin mengunjungi floating market, saya merekomendasikan untuk mengunjungi Damnoen Saduak. Damnoen Saduak adalah pasar terapung paling populer di Thailand, banyak para wisatawan dari mancanegara berkunjung disini. Pasar ini dapat dicapai dalam waktu 1,5 jam di kota Bangkok, dan cara termudah untuk sampai ke sana adalah dengan cara mengikuti tur.

IMG_1858

Masih di sekitar Damnoen Saduak terdapat Vihara. Pengunjung diperbolehkan untuk mengabadikan gambar di lokasi Pura namun tetap menghormati umat mereka yang sedang beribadah.

IMG_1986

Selesai mengunjungi Damnoen Saduak floating market, jika masih ada waktu silakan mampir ke Siam Culture Park di Ratchaburi. Selain Madame Tussauds di kota Bangkok City, Siam Culture Park merupakan Taman Budaya Siam yang juga memiliki salah satu koleksi terbesar dari tokoh Internasional yaitu Thai biksu Buddha yang sangat terkenal dan tokoh politik. Ada juga koleksi yang sangat mengagumkan karya seni Thailand, manuscripts dan cara hidup umat Buddha lokal serta peninggalan budaya (oldiest) yang disimpan dan ditampilkan untuk pengetahuan umum.

DSC_0158

DSC_0166

DSC_0174

Selain dapat menikmati koleksi patung lilin, Kita juga dapat berjalan jalan sekitar taman di Siam Culture Park. Hmm.. taman ini benar benar menyuguhkan ketenangan, kedamaian karena letaknya yang cukup jauh dari kebisingan.

DSC_0333

Selain berkunjung Siam culture Park, kita bisa berkunjung ke Ayutthaya. Ayutthaya pada jaman dahulu pernah menjadi ibukota Thailand sebelum dipindahkan ke kota Bangkok. Terletak di lembah Sungai Chao Phraya, kota ini didirikan pada tahun 1350 oleh Raja U Thong, yang pergi ke Ayutthaya untuk melarikan diri dari wabah cacar di Lop Buri. Ayutthaya menjadi ibukota Siam kedua setelah Sukhothai. Di Ayutthaya bisa kita temui prang (menara relik) dan biara-biara raksasa yang memberikan gambaran tentang kemegahan masa lalu. Diperkirakan pada tahun 1600, Ayutthaya memiliki populasi sekitar 300.000, dan populasi tersebut mencapai 1.000.000 sekitar tahun 1700 Masehi. Hal ini membuatnya menjadi salah satu kota terbesar di dunia pada saat itu. Pada tahun 1767, kota ini dihancurkan oleh tentara Burma, mengakibatkan runtuhnya kerajaan. Taman bersejarah Ayutthaya adalah reruntuhan bekas ibukota Kerajaan Siam. Kota ini sering disebut sebagai “Venesia dari Timur” karena letaknya di persimpangan sungai Chao Phraya, Lopburi dan sungai Pa Sak.

IMG_2236

IMG_21751

Apabila berkunjung di daerah Ayuthaya jangan lupa mampir ke Wat Mahatat. Di lokasi ini terdapat sebuah pohon yang terkenal karena pada pohon ini bersarang kepala Buddha. Menurut cerita, tahun 1767 Burma menyerang dan menghancurkan Ayatthuya. Pada waktu itu, mereka memenggal kepala semua patung Buddha dan uniknya kepala patung budha tersebut jatuh di antara akar-akar penyangga pohon bodhi. Selama berabad-abad akar telah tumbuh sekitar kepala budha dengan sedemikian rupa sehingga tampaknya seperti disengaja. Pengunjung dapat berfoto didepan kepala budha ini, namun sewaktu mengambil foto, tinggi badan pengunjung tidak diperbolehkan melebihi tinggi kepala patung budha di akar pohon. Hal ini merupakan salah satu bentuk penghormatan pengunjung terhadap kepala patung budha tersebut.

IMG_2196

IMG_2884

2 thoughts on “Lost In Thailand

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s