semerdu merindu alamku

ketika mentari bersinar malu malu

mengintip dari balik awan

dimana suara penghuni alam masih bersahut sahutan

dan ilalang pun ikut bergoyang goyang

 

tampak sejuk dipandang mata

hamparan sawah yang menghijau

dengan burung pipit yang berlompatan

dipundak orang-orangan dengan wajah tanpa lekukan

datar..

 

dari kaki gunung

mengalir serombongan air dengan kecepatan rata-rata

membawa bersamanya suara bergemericik

tapi bukan berisik

 

didalamnya menghidup beberapa ikan

yang berenang renang menghampiri pusaran

hmm ikan apa itu ya..

sejenis wader …

anonim..

 

mereka tampak menikmati sekali bermain dengan kawanannya

kesana kemari

sibuk sendiri

tak  menghiraukan penglihatan sejumlah mata

yang menatap padanya menanti jawaban

 

oooh..

hawanya sejuk sekali

terbuai dalam 1 musim

yang mendekap membelai lembut

menyapa dalam indahnya hari yang akan berganti

 

rasa lelah yang memuncak dan memundak

seakan sirna ketika melihat harmoni alam yang bergitu selaras

dikaki sebuah gunung ditengah desa antah berantah

menghibur dan menenangkan

 

sangat kontras dengan pusat kota

dimana selalu disuguhi kemacetan

dan orang-orang yang selalu berjibaku dengan waktu

untuk mendapatkan setitik pengakuan

 

manakah yang kamu pilih..?

 

desa dengan hamparan padi yang semakin lama menguning

ataukah gedung pencakar langit dengan sejuta tuntutan pengabdian

jawablah dengan hati nuranimu yang terdalam

jujurlah pada dirimu sendiri

sekali saja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s