Menyambut kedatangan Giring Nidji

Selasa nampaknya hari yang penuh kejutan bagiku..

Kenapa bisa? Setelah senin sore dilalui dengan pelaksanaan video conference ke para BOD sponsor untuk report pelaksanaan project, dilanjutkan dengan penyiapan materi presentasi BTF sampai jam 9 malam untuk Rapat Direksi yang djadwalkan akan dilaksanakan pada Selasa pagi…wow sebuah pengalaman berharga untukku.

Seperti nada salah satu lagu Ruth Sahanaya yang sudah digubah liriknya “Tak kukira… semua terjadi, tak kusangka…..akan kuikuti. Tak kuduga..” hehe

Siapa yang menduga seorang perempuan masih imut (wkwkwk), lugu (lucu tur wagu) ikut video conference dan nongol didepan BOD Sponsor, kesempatan yang sangat jarang. Terima kasih untuk Three Muskeeter atas pengalaman serta kesempatan yang diberikan .

Esoknya, Selasa pagi tanggal 19 April 2011 dilalui dengan hiruk pikuk seperti biasa. Semua sibuk dengan kegiatan dan jadwal masing-masing, saling membantu mensukseskan pelaksanaan launching yang jadwal pelaksanaannya sudah semakin dekat. Semangat kebersamaan dan kekompakan dari hari kehari semakin kuat dirasakan. Adu  argument di Ruang Rapat dan NOC adalah pemandangan yang sangat biasa dari hari ke hari hehehe.

Pagi ini ada dua wartawan dari dua majalah yang bertamu ke Ruang NOC untuk melakukan sesi pemotretan IPTV. Selain itu ada satu rombongan dari ZTE Corp yang didatangkan langsung dari China untuk melakukan syuting video untuk dokumentasi IPTV.

Ketika salah satu wartawan membutuhkan model untuk difoto…

“Oppieee…sini sebentar. Wartawan itu butuh model untuk IPTV. Tolong dibantu, kamu sebagai model”, kata salah seorang Team Leader

Kalo instruksinya bilang “Tolong dibantu” berarti tidak ada celah untuk mengelak. Kalo instruksinya “bisa dibantu atau ga?” berati masih ada kemungkinan untuk mengelak hahaha :p

Karena perintahnya adalah “Tolong dibantu” jadilah ku beranjak dari kursi dan menghampiri wartawan salah satu majalah TV (TN* TV) yang berada didepan salah satu display.

“Mimpi apa aku semalam kok bisa masuk ke majalah hihihi”, batinku. Wah padahal tema bajuku hari ini sedang mengkampanyekan “Go Green”. Dari jilbab sampe dengan mata kaki semua berwarna Green😀 namun menurut mbak santi, temanya seperti ulet keket wkwkwk :p Ijooo semua kecuali sepatu warna krem hehe.

Entah karena terbatasnya jumlah perempuan yang ada di ruang NOC atau karena pertimbangan lain yang saya belum tahu akhirnya jadilah saya yang kena batunya untuk dijadikan model IPTV hahaha.

“Mbak tolong bergaya seperti sedang menonton IPTV. Tolong duduk disini”, ujar wartawan sambil menunjuk salah satu kursi.

Tanpa banyak komentar segera ku berpose seperti yang diinginkan. Duduk dikursi, Kaki disilangkan kedepan (kalau yang ini improvisasi), punggung agak maju sambil memegang remote IPTV. Posisi serelax mungkin. Baju tertutup rapat dari ujung kepala sampai mata kaki hehehe. Hanya wajah dan pergelangan tangan serta punggung kaki yang Nampak. Nah model yang begini disebut model syariah hahaha.

Jeprat jepret beberapa kali dan selesai.

“Mbak sekarang duduk disini ya” katanya sambil menyorongkan kursi didepan computer sambil menghadap display NOC utama.

“Oke”, jawabku singkat

Menghadap ke display IPTV, duduk di kursi menghadap computer. Tangan memegang keyboard dan satunya lagi memegang mouse. Jeprat jepret. Mungkin dari foto itu pengen menceritakan operasional IPTV kali ya hehehe.

“Oke mbak selesai. Makasih ya”, katanya sambil memperhatikan mukaku.

“Apa ada yang aneh dimukaku? hihihi :p Kalau bapak merasa puas dengan pose sopan saya dan membutuhkan jasa model yang syariah, silakan menghubungi saya lagi hahaha”, batinku hehehe.

“Pi, nanti bagi bagi fee nya ya”, kata pemberi instruksi sambil ketawa

“Hahaha, wah kayaknya ga ada fee neh. Jeprat jepret aja :p”, kataku sambil ketawa juga haha

Tak berapa lama kemudian, Boss 3 datang datang dan memberikan instruksi.

“Oppie,Giring nidji nanti datang. Tolong siapkan tempat dan sambut ya”, katanya

“Oke pak”, jawabku

Setelah mencarikan tempat, kebetulan dapat diruang BOC lantai 3. Laporlah daku ke Boss 3.

“Pak, tempat sudah dapat. Datangnya jam berapa?”

“Coba kamu kontak Pak ini. tanyakan sudah sampai dimana dia”, jawabnya

“Oke pak. ”tanpa ba bi bu langsung ke meja telpon memencet nomor telpon yang diberikan.

“Mbak, Giring sudah mau nyampe. Tolong sambut ya”, kata salah seorang pejabat diujung telpon.

“Oke Pak. Saya akan kedepan untuk menyambut. Terima kasih”, jawabku singkat dan menutup telpon

Segera kubergegas ke pos satpam dan menanyakan kedatangan Giring Nidji.

“Pak, Giring sudah datang belum”, tanyaku ke satpam

“Ooo, sudah mbak. Barusan pakai avanza putih”, jawabnya

“Oke Pak, terima kasih”, jawabku segera beranjak menghampiri Avanza yang dimaksud

Melihatku berdiri menunggunya memarkir kendaraan, si Giring ga berapa lama turun dari mobilnya. Rambutnya kriwil dipotong model apa itu ya, kayaknya ga ada di salon yang model begitu, ada sebagian rambutnya yang dibross, ada juga yang dibiarkan kriwil memanjang. Kacamata coklat seperti belalang. Memakai Baju dan celana hitam serta sepatu boots senada bergaris merah. Aura selebritisnya memancar disekitar wajahnya. Entah karena efek terbiasa disorot media ataukah memang sudah diberkati aura keartisan dari lahir.

“Dari Telkom mbak? Mbak Oppie?”, katanya

“Iya Pak, saya Oppie” sambil ku menghampiri Giring dan managernya

“Cantik”, katanya

“Terima kasih”, ujarku sambil tersenyum

Wah tumben-tumbenan dipuji artis hahaha, Seumur hidup baru sekali😀 Terlepas dari bener atau tidaknya ucapannya, atau jangan-jangan sekedar basa basi, hahaha.

“Selamat datang dikantor kami Pak”, sahutku sambil tersenyum dan berjabat tangan.

Ketika berjabat tangan, pastikan anda menjabat erat tangan orang yang ada didepan anda karena konon katanya dari jabatan itu mencerminkan karakter seseorang. Seorang yang tangguh setiap menjabat tangan orang lain dia akan sedikit mengeraskan jabatan tangannya. So pastikan saat anda menjabat tangan orang lain, lakukan dengan mantap dan sedikit mengeraskan jabatan tangan anda. CMIWW

Ketika menoleh kebelakang. Wah mana nih yang lain ya? Kok Cuma aku aja yang menyambut hahaha.

“Silakan masuk Pak, Bapak sudah ditunggu Atasan kami”, kataku dengan ramah

Satu hal yang saya pelajari, untuk menjadi seorang yang mudah diterima di lingkungan manapun, anda harus menerapkan sopan santun, andhap asor dan unggah ungguh. Good personality akan memancar dari diri anda saat anda menampilkan kepribadian yang hangat, ramah serta ucapan dan perkataan yang senantiasa terkontrol dan terjaga dengan baik.

“Wah jangan panggil Pak dong mbak”, kata Giring Nidji

Aku Cuma tersenyum. Tidak membantah dan tidak menjawab. Tidak gampang mengucap “Mas” terutama pada sosok yang baru dikenal. Standarnya “Pak” haha. Kalo naik level jadinya “Yank” huahaha :p Tapi kalo ke Giring sangat tidak mungkin untuk bilang “Yank” hahaha, paling banter “Pak” hehehe. Hush. Ketawa aja

“Sebentar ya, saya mau ngerokok dulu”, katanya.

“Oke Pak, saya tunggu”, jawabku

Kenapa harus merokok dulu, apa untuk menghilangkan grogi dan nervous? Bukannya selebriti sudah biasa berhadapan dengan public? Namun ketika masuk ke instansi plat merah, seringkali ditemui banyak selebriti yang mendadak canggung dan berusaha tampil lebih sopan hehehe. Mungkin masih ada ewuh pakewuhnya kali ya mereka hehehe.

“Silakan masuk ke lobi saja Pak”, jawabku.

Bergegas kami bertiga (aku, Giring dan Managernya) menuju kearah lobi.

“Lho, emang boleh ya ngerokok di dalam lobi”, katanya

“Memang tidak boleh pak, kecuali ada pengecualian”, jawabku

Wah kan ga enak berdiri di tempat parkier sambil menunggu Giring ngerokok dulu. Mending digiring ke pinggir biar ga jadi perhatian orang banyak.

“Oh, kalo gitu aku ngerokok didepan lobi aja sebentar”, jawabnya

“Oke. Saya tunggu” jawabku

Setelah mematikan punting rokoknya, segera bergegas masuk kedalam lobi. Sambil menunjukkan ruangan NOC. Mirip pemandu wisata dadakan hahaha.

“ini ruangan NOC pak. Disini monitoring IPTV kami. Sekarang kita naik dulu ke lantai 3. Silakan lewat sini”, ujarku sambil menunjukkan arah ke lift

Didalam lift, bertiga. Aku, Giring dan managernya. Mendadak dia berbicara

“Mbak dari mana?”, tanyanya

“Saya dari ***kom”, jawabku sambil menyebutkan salah satu nama Perusahaan Telco di Jakarta.

Mendadak dia ketawa agak terbahak.

Lo aku malah bingung. Apa yang salah ya? Mungkin dikira aku ini dari EO apa ya? Lha wong Nyata-nyata pakai karpeg dengan logo tangan kok masih Tanya hihi :p

“Maksud saya, Mbak asalnya dari mana”, ulangnya

“Ooo. Kalo itu saya dari Oslo. Solo”, jawabku sambil tersenyum

Siapa yang nyangka kalo nanyanya pribadi ya hahaha. Kirain sebatas pekerjaan aja. Untung liftnya segera terbuka. Sambil menjawab beberapa pertanyaan tentang IPTV.

Boss 1 ngebel, “Oppie kamu sudah dimana?”

Oppie menjawab, “saya sudah di lantai 3 Pak. Bapak dimana?”

“Aku dibelakangmu”, jawabnya

Hahaha, wah ada ada aja Bapak ini. Marakke nggujeng kemawon. Lha wong sudah dibelakang kok pake acara ngebel hehehe.

Begitu masuk ke lantai 3 BOC, semua mata tertuju pada kami. Mendadak jadi selebriti. Hahaha.

GR? Hahaha, Ga. Ga GR kok. Kan yang diliatin Nidji yang baru jalan disebelah hihihi.

Oh, begini rasanya ngawal artis hihi.

Sambil memperkenalkan Head dan beberapa rekan yang sudah menunggu dilantai 3.

“Pak giring, kenalkan, ini Head kami, Pak …..”, ujarku ramah

“Halo Pak”, jawabnya

“Selamat datang, Silakan duduk”, ujar Boss 1

Beberapa saat kami terlibat diskusi mengenai IPTV. Karena wartawan serta purel untuk testimony pelanggan eksternal trial Nidji belum datang jua karena masih terkena macet, akhirnya Giring Nidji kami bawa dulu ke ruang NOC dilantai Ground. Setelah menuruni lift berempat karena ada Boss 1. Kami segera menuju ke ruang NOC dilantai Ground.

“Kenalkan Pak Giring, ini Direktur  T****Vision, Pak…..”, terangku

“Halo saya Giring”, jawabnya ramah sambil berjabat tangan

“Kalo Ini Pak….., Deputy II, Pak ….”, ujarku

“Halo Pak”, jawabnya.

Akhirnya oleh beliau Giring diantar putar-putar melihat NOC pada kunjungan tersebut dijelaskan mengenai operasional IPTV. Setelah selesai kami kembali ke lantai 3 dan ga berapa lama muncullah wartawan dan Purel yang ditunggu untuk press conference. Sepertinya asyik menggeluti dunia marketing hihihihi :p Berminat nyebrang jurusan? Hehehe

Setelah menyerahkan Giring kepada yang berkuasa hehehe, selesailah tugasku hari ini. Daku turun ke Ground. Kebetulan  waktu juga sudah menunjukkan pukul 6 lebih sedikit. Waktunya sholat dan bergegas pulang kalo ga ada lagi pekerjaan dikantor. Kasian si kecil sudah menunggu dirumah.

Setelah sholat dan bersiap pulang, kudidatangi Boss3 dan Pejabat terkait.

“Terima kasih ya mbak sudah membantu menyambut Giring”, katanya ramah

“Sama-sama Pak. Ada lagi yang bisa saya bantu Pak?”, sahutku ramah

“Sudah selesai mbak, boleh pulang. Tadi dicariin Giring lho, katanya lho tadi Mbak Oppie kemana hihihi”,jawabnya

“Hehehe, saya Magriban pak dibawah hehe”, sahutku

“Oke mbak, terima kasih ya”, sahutnya

Wah ga kerasa hari ini berlalu begitu cepat. Semoga pengalaman baru yang ditemui hari ini membawa manfaat dan kesan mendalam perjalanan seorang Oppie untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semangat menuju tenggat waktu komersial launch

One thought on “Menyambut kedatangan Giring Nidji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s