Me..Ri..yanG

Sabtu dan minggu, dua hari yang biasa dilewati dengan aktivitas aktivitas ringan diluar rumah bersama si kecil, kemarin tidak bisa dilakukan karena me…ri…yang.

Badan nampaknya mulai berunjuk rasa ketika empunya tetap menggerakkan si badan untuk bekerja sampai malam dari yang biasanya cuma sampai jam setengah tujuh malam.

Namun, hari senin sepertinya belum membuat si pemilik badan untuk beristirahat sejenak dirumah dan mengembalikan kebugaran. Ada dua agenda meeting penting yang harus dikawal dan serangkaian koordinasi kesana kemari yang harus dituntaskan karena menyangkut hajat hidup kloni kecil yang baru dibentuk.

Sengaja berangkat lebih pagi supaya bisa bawa mobil dan badan juga tidak semakin kemasukan angin. Untung si kecil juga ngerti, pagi-pagi sudah nongkrong didalam mobil minta diputerin.

Tak lupa segera kubungkus tiga potong brownies kukus dengan irisan kenari diatasnya ditambah dengan 2 potong molen yang tersimpan di lemari es yang tampaknya sangat menggoda untuk disantap dijalan.

Segera kuberanjak masuk kedalam mobil dengan menenteng tas dan sepasang sepatu wedges berbahan karet. Hmm, Lebih mudah menyetir tanpa alas kaki menurutku.

Jalanan relatif lancar, tidak terlalu padat.Dalam 10 menit sudah masuk ke arah tol.Rupanya jalanan sedang berbaik hati tidak ikut meramaikan diri karena salah satu penggunanya baru ga enak body. Menghilangkan suasana hening, kupencet tombol On di radio dan sayup sayup terdengar guyonan guyonan lucu dari para penyiarnya. Kecerian mereka rupanya ikut menulariku dan membuatku jadi ikut tersenyum.

Badanku yang baru meriang nampaknya membuat kakiku agak kedinginan. Kubuka jendela kaca supaya kulitku agak kepanasan dan terkena hangatnya matahari pagi.

Sampailah di pengujung jalan mendekati pertigaan, ku dihampiri seorang lelaki paro baya yang membawa tumpukan koran.

Melihat perjuangan mereka mencari makan, berdiri tengah jalan dan mengacuhkan kendaraan bahkan tak jarang berpanas panasan dengan peluh bercucuran nampaknya membuatku malu kalau hanya kena meriang saja aku kok sudah kemanjaan. hihihi.

Ketika salah satu dari mereka menghampiriku, lelaki paro baya berumur empat puluh lima tahun yang memakai kaos oblong yang sudah berwarna pudar kecoklatan berkata sambil tersenyum, “Bu haji, mau beli korannya bu? Cuma seribu bu”, ujarnya sambil tersenyum dan memamerkan harian warta*ota dan tabloid N*va andalan.

Tersenyum nyengir mendengar kata katanya. “Hehehe, saya belum berhaji :D”, sahutku mengoreksi. Tapi yang dikoreksi sepertinya tidak memperhatikan dan mengulangi penawarannya.

“Bu haji, mau koran bu?”, katanya.

Biasanya aku cuman menggerakkan tangan sambil mengucap lirih, “Ndak pak, terima kasih”, dengan mulut yang tersenyum.

Namun pagi itu bukan gelengan kepala, tumben. Rupanya baru malas berdebat dan menjawab dengan “baiklah, pak. Boleh. Berapa yang ini?”, sahutku sambil menunjuk tabloid N*va

“Cuma enam ribu lima ratus bu haji”,ujarnya

“Lho pak tadi katanya cuman seribu rupiah”, jawabku terkekeh.

“Oh bukan bu, kalo yang ini tetap enam ribu lima ratus rupiah. Yang ini baru seribu rupiah”, sahutnya sambil mempromosikan harian warta*ota yang dipegang ditangan kirinya.

Hehehe, Nyengirku dibuatnya. Lha iya mana ada tabloid berhalaman tebal 30 lembar,covernya berwarna, beritanya baru namun dijual dengan harga seribu rupiah.Hmm..

Sebenarnya bukan isi berita itu yang membuat saya tertarik untuk membeli koran, namun ekspresi penjaja koran tadi yang membuat saya tidak sampai hati untuk tidak membeli.

Setelah memberikan selembar lima ribuan dan selembar dua ribuan serta menyodorkan sisanya pada penjual koran, kumulai membolak balik halaman depan. Ternyata dijalan masih sempet membaca koran.What a day..

Rupanya bapak loper koran tadi kembali menghampiriku. Dari luar jendela, dia berkata, “bu haji, kalo ke harmoni kacanya jangan sering dibuka ya, suka ada yang iseng”, katanya

Wah, terharu.. Rupanya dijakarta masih ada juga yang care ya meskipun ga kenal..amazing.

“Terima kasih pak, tujuan saya bukan ke harmoni kok, nanti saya belok kanan, ke arah slipi”, sahutku sambil tersenyum.

“Iya bu, sekedar mengingatkan”, ujarnya halus.

“Terima kasih pak”, ujarku.

Hmm, ternyata masih banyak orang baik didunia ini.Segera kubergegas melaju ke arah S.Parman setelah lampu penyebrangan merubah warnanya menjadi hijau. Beberapa saat kemudian, Alhamdulillah akhirnya sampai ditujuan dengan selamat.

Berkantor digambir selama enam bulan membawa warna baru. Model kerja baru dengan kenalan orang orang baru, perpaduan orang broadcasting, orang media, penyedia cpe,partner overseas dari chinese hihi. Pengalaman yang menarik.

Hari berlalu dengan sangat cepat. tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.45. Rapat koordinasi head mingguan baru saja selesai, ketika inginku beranjak dari kursi..

“Oppppppieeeeee, usulan kemarin gimana? disetujui atau nggak?”Katanya

“O yang itu, ada yang disetujui dan ada juga yang nggak disetujui pak”, jawabku sambil merinci usulan anggaran yang diapprove.

Ada yang membisik, “wah si oppie ga jadi pulang nih hihihi”, sahut salah satu GM area sambil tersenyum nyengir

“Sebentar ya pak, saya kirimkan dl jawaban dari mereka”, kataku dengan tetep kalem

Segera kucolokkan lagi kabel power dan kunyalakan lagi laptop kesayanganku.

Forward dan send. kuforward email balasan dari mereka lalu ku menunggu instruksi selanjutnya.

“Hmmm,,Ya sudah kamu boleh pulang skr”, ujarnya

Cihui, akhirnya pulang juga.segera ku berberes dan meninggalkan ruang rapat memberikan salam hormat dan tidak lupa mengucap terima kasih.

Malam itu, jalanan sudah sepi. Waktu bagian slipi sudah menunjukkan pukul 21.00. Wah enak banget jalanan sepi, wus wus wus, daerah tomang yang biasanya macet, malam ini lancar jaya.

Dibeberapa perempatan ketika lampu sedang berwarna merah, kusandarkan punggungku ke kursi. Krekk, wah punggungku berbunyi. Luar biasa nikmatnya. Hand rem ditarik keatas dan kaki digerak gerakkan supaya tidak kesemutan.

Last but not least..

Kumelaju dengan pasti.
Kearah tempatku akan menepi.
Malam hari ini.

Cause I am big girl
I am not afraid to keep on living
I am not afraid to walk in this big world
Just moving forward..
And Keep on smilling..

Posted with WordPress for BlackBerry.

2 thoughts on “Me..Ri..yanG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s