Lost in Gramed

Yeay, ketemu lagi dengan oppie disini.

Setelah dua minggu berkutat dengan kesibukan baru, akhirnya tibalah dua hari yang dinanti..taraa..libur telah tiba, libur telah tiba. Horrey🙂

Wah luar biasa kesibukan anggota satgas, setiap hari hampir dipastikan pulang diatas jam setengah delapan malam. Banyak sekali aktivitas yang harus dilakukan untuk mengejar commercial launch tanggal 1 Mei 2011. “Just try to do it and have little patience”, begitu kata salah seorang yang dituakan.

Sekalipun hampir tiap hari sampai dirumah jam sembilan malam, oppie selalu menyempatkan diri main dengan abbie. Entah main petak umpet, sembunyi sembunyian di lemari baju, main video game, jalan kaki ke alfamart beli cemilan atau puter-puter cari makan malam deket rumah. Yeayy..😉

Now setiap sabtu pagi jadwalnya nganter abbie ke sekolah. Dulu waktu masih tinggal didepok, biasanya sabtu dan minggu pagi pasti pergi belanja sayur didepan kompleks. Menikmati udara depok dipagi hari nan sejuk, hmm serasa sedang berada diluar kota. Masih rajin bereksperimen mencoba resep-resep baru baik cake pisang, brownies kukus, blackforrest dan makanan rumahan. Hasil panggangan cake ada yang hasilnya bantat hahaha (walaupun bantat, tapi kalo dimakan sendiri tetep enak kok hahaha), ada juga yang hasilnya sempurna dan enak hihihi.
Dibantu si nur yang waktu itu juga masih belajar memasak.

Masakan favorit adalah kepiting saos tiram. Cara bikinnya relatif gampang. Kepiting yang masih segar dicuci. Masukkan ke panci dengan air yang mendidih. Tunggu beberapa saat sampai berwarna kemerahan. Angkat. Buka tempurung kepiting, potong body kepiting menjadi dua. Sisihkan.

Sekarang bikin bumbunya, ambil lada secukupnya, tambahkan 3 siung bawang putih, haluskan. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan, masukkan 2 siung bawang bombay. Tumis sampai wangi. Masukkan kepiting yang sudah dipotong tambahkan air, garam secukupnya, 2 sdm saos indofood super pedas dan 2 sdm saos tiram. Cicipi dan sajikan dengan nasi putih panas🙂

Tapi sejak pindah ke jakarta sudah jarang melakukan aktivitas masak memasak. Soalnya alhamdulillah dapat bibi yang jago memasak. So, kegiatan diserahterimakan pada ahlinya hehehe.
Oven pun sudah sekarang jarang disentuh. Tersimpan rapi didalam kardus🙂 kapan kapan pengen lagi main masak masakan sama abbie n bibi hihihi🙂

Setiap sabtu pagi, pasti bibi tanya, “mau masak apa mama abbie?”

“Apa aja bi”, jawabku. “Oppie ga pernah pilih-pilih makanan. Apa yang dimasak, ya oppie makan, yang penting ada sayur/lalapan”, jawab oppie.

ga terlalu rewel untuk urusan makanan. Apa aja yang dimasak, lah hayuk dimakan. Hehe🙂

Kembali ke sabtu pagi, di minggu kedua bulan maret. Dimulai dari membujuk abbie supaya mau mandi, memakaikan baju, menyuapi makan, mengambilkan air minum sampai menemani main game dan petak umpet didalam lemari pakaian.

Cuma pagi tadi,abbienya ga mau sekolah. “Abbie, katanya mau pinter, kalo pengen pinter,sekolah yang rajin ya”, nasehat oppie.

“Abbie ga mau sekolah, abbie mau main game aja. Mama dirumah ya, mama jangan ke kantor”, jawab abbie.

“Iya sayang. Mama kan hari ini libur. Yuk mama anterin ke sekolah, mama tungguin ya”, jawabku.

“Pokoknya abbie ga mau sekolah”, katanya.

“Ya sudah kalo begitu, mama suapin ya”,kataku sambil mengambil nasi dan lauk dan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Nyamm.

Habis sepiring, alhamdulillah. Dari jauh terdengar suara anak anak kecil bernyanyi berarakan.

“Abie coba liat itu temen temen sekolah mau ke taman”, jawabku

“Mama, abbie mau ikut. Cepet gantiin baju ya”, jawab abbie

Segera oppie ambilkan seragam olahraga dan memakaikannya. Tergopoh gopoh masuk ke dalam rumah dan mengambilkan kaus kaki serta memakaikan sepatu.

Karena arak arakan anak PG sudah cukup jauh, jadi secepatnya oppie ambil kunci motor dan reeeng, wah mirip valentino rossi tapi kok pakai kerudung ya hehe.

Yup, akhirnya berhasil menyusul arak arakan anak anak PG, oppie turunkan abbie dari motor dan oppie titipkan ke bu guru. Lalu oppie kembali kerumah sebentar dan segera menyusul ke sekolah.

Alhamdulillah, akhirnya mau sekolah. Fase perkembangan tiap anak memang beda beda. Ada masanya anak merasa jenuh bersekolah. Bila masuk dalam fase tersebut, jangan dipaksa. Tapi coba bujuk dengan kata kata yang halus. Memang benar jadi orangtua harus tegas, tapi tegas bukan berarti kasar.

Setelah pulang dari sekolah, segera oppie ambil kunci dan berangkat menuju ke toko buku gramedia dekat rumah. Pergi berdua tanpa bibi dan mendudukkan abbie di kursi depan adalah sebuah tantangan. Sebelum berangkat harus dibrifing terlebih dulu supaya tidak melepaskan sabuk pengaman dan tetap anteng duduk dikursi. Fiuuh.

Sambil nyetir sambil ngajak ngobrol sambil fokus dengan jalanan. Untung sepanjang perjalanan abbie sangat kooperatif. Duduk manis dikursi depan sambil menjawab pertanyaan mamanya. Hehe. Alhamdulillah.

Sampai di sebuah mall di bilangan jakarta barat, kami mampir sebentar ke depot es krim. Pilih es krim vanilla ditaburi saos strawberry dan permen warna warni. Lumayan menarik untuk harga lima ribu rupiah hehe🙂

Setelah selesai jajan es krim, baru menuju ke toko buku gramedia. Beberapa kali pergi ke toko buku dengan abbie, buku pertama yang dipilih adalah buku ensiklopedia tubuh manusia. Lho ini kan bacaan anak kelas enam SD😀

Oppie arahkan ke bacaan anak play group, tapi abbienya tetep keukeuh pengen beli yang ensiklopedia tubuh manusia. Mengenal tentang sel, DNA, struktur penyangga tubu manusia, fungsi darah, fungsi jantung, saraf-jaringan komunikasi luar biasa, kekuatan otak, fungsi panca indera. Haduh..Wah keren, dia sudah punya minat dan ketertarikan belajar hal hal berbau sains dan kedokteran.

Fase tumbuh kembang sekarang, abbie mulai senang melihat buku-buku. Di gramedia, asyik sendiri membuka buku-buku. Ada Ensiklopedia planet angkasa luar, ensiklopedia dunia laut dan membaca gaya ipin upin.

Berdua berjongkok di depan rak buku, membaca satu-satu buku yang disodorkan abbie. Hehe, untung penjaganya baik dan ga marah karena membaca tapi ga membeli:D

Akhirnya diputuskan untuk membeli buku ensiklopedia tubuh manusia, +pintar matematika dasar dan cara praktis belajar membaca untuk anak 4-6 tahun (cukup 10 menit sehari). Setelah memilih buku, membayar ke kasir, kami pulang.

Perjalanan pulang, abbie tertidur pulas di kursi belakang. Sorenya, abbie minta dibacakan buku ensiklopedia tubuh manusia. Kenapa tertarik? Saya juga tidak tahu. Mencoba menerangkan dengan bahasa yang dipahami untuk anak seusianya. Abbie mendengarkan dengan seksama.

Tapi ketika disodori buku satunya, belajar membaca, langsung deh lari ngumpet ke lemari pakaian😀 hehe. Memang anak yang lucu.

Malamnya, coba membuka buku + pintar matematika dasar. Alhamdulillah, dia mau menulis huruf. Angka 1, 2, 3, 4, 6, 8, 10. Yeayy, senangnya. Sekali diajarin langsung bisa. Untuk huruf, sepertinya abbie belum tertarik mengikuti, yang ada ngumpet ke lemari pakaian setiap mamanya ngajarin menulis dan membaca huruf. Hihi. Gapapa, yang penting sabar dan telaten, maklum masih anak anak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s