Sekolah lagi? sekarang atau nanti?

Beberapa hari ini muncul kembali keinginan untuk bersekolah. S2 magister managemen. Kenapa magister managemen? Karena saya tertarik belajar ilmu baru, belajar how to promote from nothing become something. Refreshing dan tidak melulu koding. Hmm sepertinya menarik.

Mulailah searching diinternet, masukkan keyword pasca sarjana jakarta di searching engine..dan taraa..alternatif pasca sarjana yang keluar dimesin pencari google lumayan banyak. Dari universitas negeri sampai dengan swasta, dari yang akreditasinya sudah A sampe akreditasi belum ketauan alias masih dipertanyakan. Budgetnya pun bermacam macam, ada yang selangitt, ada juga yang bisa dicicil sampai cicilan ke 36. Wow. Artinya budget is not issue.

Dari beberapa pilihan, saya tertarik untuk memilih sekolah dengan budget terjangkau namun akreditasi bagus, lokasinya relatif dekat dengan kantor maupun rumah, waktu pelaksanaan kuliah bisa fleksible dan lain lain. Dari beberapa pertimbangan yang ada, saya mendapatkan satu pilihan yang menurut saya terbaik.

Akhirnya mencoba mengontak universitas yang dituju. Pengen tahu lebih banyak informasi mengenai tanggal pendaftaran,syarat pendaftaran, konfirmasi biaya masuk, tanggal ujian, materi ujian, sampai dengan tanggal pelaksanaan matrikulasi dan materi matrikulasinya. Yup. Informasi sudah sudah didapat dan Budget juga sudah dialokasikan.

Mulailah memaksa diri membaca materi yang akan diujikan. Bahasa inggris, statistika dan matematika, TPA, Pengantar Manajemen,Teori Ekonomi dan Perekonomian Indonesia.
Dari kelima materi yang akan diujikan, dua yang perlu dipelajari dari awal yaitu pengantar managemen dan teori ekonomi dan perekonomian indonesia.

Berbekal download dari google, dapatlah materi pengantar managemen. Mungkin mirip mirip materi yang pernah diajarkan di IPS dulu waktu SMA mengenai definisi Managemen, fungsi managemen, definisi organisasi dan lain lain.

Baru membuka lembar ketiga pengantar managemen, si kecil naik ke pundak mamanya..oh, rupanya sedari tadi dia merhatiin mamanya serius membaca kertas. “Baca apaan tuh ya?”, mungkin begitu pikirnya.

Ga berapa lama langsung naik ke pundak mamanya minta perhatian, berlagak bak koboi menunggang kuda cuma sayangnya yang jadi kuda mamanya. qeqeqe..duh.

lima menit, sepuluh menit berlalu. hmm sikecil masih betah main-main dari main kuda-kudaan, playstation sampai dengan bulu tangkis dengan shuttle cock yang diganti dengan ballon. wah kalau begini caranya, ga sempet baca materi.

Apalagi kalau sudah benar-benar kuliah ya, kapan waktu ketemu sama si kecil. kemarin saja dia sudah protes, katanya:”mama, sana mama kerja saja biar abbie sendirian dirumah.” waah, ga tega. ibu mana yang tega mendengar si kecil protes karena ditinggal kerja, sekarang mau ditinggal kuliah.

Gimana cara membagi waktu ya? kalau ngambil kuliah akan sampai malam, waktu ketemu dengan si kecil akan lebih sedikit sedangkan dia masih perlu perhatian lebih dari mamanya.

Aduh masih bingung nih.. sekarang atau nanti? Do it or Not?

6 thoughts on “Sekolah lagi? sekarang atau nanti?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s