Agar selalu ditolong Allah

Siang itu panas terik menyengat, seketika Cantika masuk ke rumah dan segera membuka pintu lemari es. Glek, Glek, Glek. Tiga tegukan air dingin cukup menghilangkan dahaga Cantika sepulang dari tempat kursus menjahit.

Mata Cantika langsung tertuju pada sebuah buku, berwarna ungu dengan dengan foto yang tidak asing bagi Cantika.

“Buku apa ini bude?”,Tanya Cantika sambil melirik buku yang tergeletak diatas lemari es.

“Oh, ini bukunya ustad yusuf mansyur”, jawab Bude

“Doa-doa mustajabah agar selalu ditolong Allah”, ujar cantika sambil membaca judul buku

“wah bacaannya tingkat tinggi bude”, ujarku

“hahaha”, terdengar tertawa bude yang renyah

“coba buka dulu isinya, siapa tahu kamu tertarik membeli”, kata Bude sambil menyodorkan buku

“Isinya apa ya, krusial atau tidak???”, jawab cantika

“Walah Nduk, wong baca buku doa kok nunggu sampai krusial atau tidak. Keburu ketembak londo Cantika”, jawab bude

“Hahaha, iya bude..Cuma becanda bude”, sahutku sambil nyengir

“sebagai seorang muslim cobalah mulai membiasakan diri untuk rajin membaca doa, selain tentunya tetap menjalankan kewajiban sholat, puasa dan zakat serta berhaji bila mampu”, kata bude

“Lho doa apa dulu bude”, sahut cantika

“Doa mencari jodoh??Apa ga tertarik untuk membaca Nduk??”, kata bude

“Hahaha, tergantung bude. saat ini sih belum krusial”, kata Cantika sekenanya

“Hush, ga boleh bilang begitu, ada malaikat lewat lo, nanti beneran jauh dari jodoh”, kata bude

“Ups, Cuma becanda bude, hehehe”, jawab cantika

“dibaca juga ga ada salahnya nduk, jangan seperti katak dalam tempurung. Males kok dipelihara nduk”, jawab bude

“wah apa tuh, katak dalam tempurung”, jawab cantika

“Ya kuper gitu lho nduk, makanya yang gaul dong, kayak bude ini lho hehehe. Kemana mana pinter membawa diri, supel”, jawab bude sambil tertawa renyah

“Hihihi, bude ada ada aja. Boleh saya pinjam bukunya ya bude, mau Cantika baca baca dirumah”, jawab Cantika

“Bawa saja ga apa-apa cantika, tapi ingat besok bawa kesini lagi ya, bude mau baca baca lagi”, jawab bude

“Oke, sip. Makasih bude”, jawab cantika sambil berlalu

Sampai dirumah, Cantika membuka buku setebal 210 halaman itu hati-hati.

Satu persatu lembaran buku dibaliknya dan dibacanya dengan seksama.

Mulailah cantika membaca sambil bergumam sendiri.

“Agar hidup kita selalu ditolong Allah SWT dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun maka kita harus menyempurnakan lima syarat yang diperlukan:

Pertama, Ikhtiar (berusaha sesuai sunnatullah yang berlaku dalam kehidupan). Islam selalu mengajarkan umatnya untuk selalu berikhtiar dan menyerahkan hasilnya pada allah SWT semata (tawakkal). Cita-cita tanpa diikuti ikhtiar hanya seperti fatamorgana saja, silau yang tidak nyata.

Kedua, Istiqamah. Artinya tetap memegang teguh pendirian dan konsisten mempertahankan keimanan dan keislaman sekalipun mengahadapi tantangan dan godaan. Suatu ujian yang dialami oleh orang yang istiqomah justru disikapi dengan ridha dan ikhlas. Baginya ujian yang dialami merupakan salah satu bentuk kasih sayang dari Allah SWT. Sebaliknya jika kita tidak istiqamah dalam menghadapi ujian maka yanga ada hanyalah putus asa dan mudah terombang ambing oleh berbagai arus.

Ketiga, berserah diri kepada Allah (tawakkal). Hal ini berarti menggantungkan diri hanya pada Allah dan menyerahkan semua keputusan segala sesuatunya kepadaNya. Tawakkal bisa dilakukan apabila kita sudah berikhtiar semaksimal mungkin sesuai sunnatullah.

Keempat, kita harus bersabar. Sabar yang dimaksud adalah sabar menerima apa adanya dari hasil usaha (ikhtiar) yang terus-menerus dilakukan tanpa menyerah dan putus asa.

Kelima, kita harus berdoa. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, selain empat syarat yang telah disebutkan adalah dengan berdoa.
Ringkasnya agar selalu ditolong Allah maka kita harus berusaha dengan sepenuh hati, secara bersungguh-sungguh, maksimal dan istiqamah. Lalu kita serahkan apa yang sudah kita lakukan kepada Allah SWT (tawakkal). Setelah itu, harus selalu bersabar dan senantiasa berdoa hanya kepada Allah SWT. “, gumamnya

“wah, buku yang menarik”, ujar cantika

Setelah itu pandangannya tertuju pada daftar isi.

“Wah doa apa aja ada, lengkap sekali ya”, ujarnya.

“Pertama, Doa agar selalui ditolong Allah, Dimanapun, Kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun.
Kedua, Doa agar ditolong Allah mudah dan lancar dalam segala urusan
Ketiga, Doa agar segala nikmat selalu dilindungi dan dilanggengkan Allah dalam hidupnya
Keempat, Doa agar anak-anaknya selalu dilindungi Allah
Kelima, Doa Tolak Bala dari segala musibah, malapetaka dan bencana
Keenam, Doa agar ditolong Allah sukses dunia, husnul khatimah dan sukses di akhirat”, gumamya

Cantika merenung beberapa saat.

“Manusia itu umurnya tidak seberapa lama. Baru kemarin lahir, sekarang sudah masuk usia tujuh belas tahun. Satu kedipan mata, masuk ke usia setengah abad. Sangat cepat dan tidak terasa, sepuluh tahun lagi akan semakin menua. Sebenarnya apa yang dicari dalam hidup ini ya???”, gumamnya

Esoknya Cantika menemui bude untuk menanyakan hal yang masih mengganjal dipikirannya kemarin

“Bude, untuk apa kita perlu berdoa?”, Tanya cantika

“Cantika, berdoa itu perlu supaya Allah selalu menolong kita dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun. asal cantika melakukannya dengan penuh keyakinan dan kesungguhan. Insyaallah Allah akan mengabulkan semua doa cantika ”, jawab bude dengan senyum manis yang tersungging dibibirnya

“Bude, kalau tidak berdoa bagaimana? Apakah Allah akan marah?”, Tanya Cantika

“Cantika, manusia adalah makhluq yang lemah dan selalu membutuhkan pertolongan dari Allah SWT. Orang yang tidak pernah berdoa akan merasa jauh dari rahmat Allah. Tidaklah seorang manusia menyadari kekilafannya kecuali pada saat dia diingatkan oleh Allah”, jawab Bude

“maksudnya bude”, kata cantika

“Maksud bude, kita saling mengingatkan kepada sesama muslim untuk rajin menjalankan ibadah, sholat lima waktu, berpuasa, menunaikan zakat, berhaji jika mampu, berdzikir dan membiasakan diri untuk berdoa. Jangan sampai menunggu Allah memberikan adzab baru kita ingat kepada Allah”, kata bude dengan berwibawa.

Garis-garis halus yang samar terlihat dikeningnya tidak mengurangi pembawaannya yang tenang dan berwibawa.

“Iya bude, Cantika mengerti. Cantika takut menjadi orang yang sombong yang lupa kepada Tuhan”, jawab Cantika.

“Iya, cantika. Kita saling mengingatkan ya. Kalau bude lupa, tolong ingatkan bude juga cantika. Selagi itu untuk kebaikan dan sesuai dengan sunnatullah, tidak ada salahnya kita menjalankan dan mulai membiasakan diri untuk melakukannya”, jawab bude

“Iya bude, terima kasih ya bude ya. Cantika dapat pencerahan hari ini”, jawab cantika

“sama-sama cantika, semoga bermanfaat ya sayang”, jawab Bude
Esoknya setelah pulang dari tempat kerja, cantika menyempatkan diri untuk pergi ke Gramedia mencari Buku ustad Yusuf Mansyur.

“Hmm. aku semakin yakin untuk membeli buku ini”, ujarnya sambil membawa buku tersebut ke arah kasir

9 pemikiran pada “Agar selalu ditolong Allah

  1. hmm,.
    aku suka cara penyampaianya,. ^_^

    lucu, bagus, and terutama mendidik,.

    tambah pelajaran buat ku,..
    sukron yach,..

    nitip salam yach buat bude,. hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s